Portal Media Online - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Oman, Suriah, dan Yordania pada Jumat (17/7/2026). Serangan ini merupakan respons atas serangan udara AS yang terjadi di dekat Iranshahr, yang mengakibatkan tujuh personel Iran tewas.
Serangan udara AS dimulai pada 8 Juli dan berlangsung hingga hari serangan balasan oleh Iran. Meskipun kedua negara sempat menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni untuk meredakan ketegangan, serangan AS kembali memicu respons dari Iran.
Dalam operasi yang dinamakan Nasr-2, IRGC menghancurkan radar pemantau maritim di wilayah Salamah dan Pulau Ghanam, Oman. Selain itu, pusat komando operasi khusus AS di At Tanf, Suriah, juga menjadi target, di mana sistem radar, helikopter, dan sejumlah personel dilaporkan hancur. Di Yordania, serangan tersebut melumpuhkan pesawat pengisi bahan bakar dan jet tempur AS yang disiagakan, menggunakan rudal balistik dan drone.
Iran menyatakan bahwa serangan balasannya adalah reaksi terhadap pelanggaran AS terhadap wilayah pengaruhnya di Selat Hormuz, yang dianggap oleh Teheran sebagai kewenangan eksklusif Iran.