Portal Media Online - Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi. Insiden ini terjadi pada Sabtu dini hari waktu setempat, menandai serangan langsung pertama Iran ke wilayah Saudi sejak konflik terbuka dengan AS dan Israel dimulai hampir empat bulan lalu.
Sebelumnya, Iran pernah menyerang kompleks petrokimia Jubail di Arab Saudi pada awal April. Namun, serangan kali ini secara khusus menargetkan instalasi militer AS. Hingga kini, kedua negara belum memberikan pernyataan resmi mengenai lokasi dan detail kerusakan akibat serangan tersebut.
Serangan ini merupakan puncak dari gelombang serangan besar-besaran yang dilakukan Iran sepanjang hari Jumat. Sebelum menyerang Arab Saudi, Iran telah menggempur pangkalan militer AS di enam negara Timur Tengah lainnya, yaitu Bahrain, Kuwait, Qatar, Suriah, Yordania, dan Oman. Rentetan serangan ini dianggap sebagai aksi pembalasan atas gempuran militer AS yang terjadi sehari sebelumnya, yang menghancurkan fasilitas militer, radar, dan jaringan telekomunikasi di Iran.
Otoritas Iran mengecam tindakan AS yang dinilai menyasar infrastruktur sipil, mengakibatkan sedikitnya delapan orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Sampai saat ini, situasi di kawasan tetap tegang, dengan kedua belah pihak belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi.