Portal Media Online - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat, menimbulkan kekhawatiran baru di kawasan Timur Tengah. Ancaman saling serang antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Iran mengancam kesepakatan gencatan senjata yang diharapkan dapat membawa stabilitas regional.
Dalam sebuah pernyataan di platform Truth Social, Donald Trump mengungkapkan bahwa militer AS telah menyiapkan kekuatan yang siap digunakan jika Iran melanjutkan ancamannya terhadap AS. Trump menyebut ribuan rudal telah dipersiapkan sebagai respons terhadap apa yang dia sebut sebagai ancaman pembunuhan dari Iran.
Pernyataan Trump muncul setelah AS mendesak Iran untuk menjamin keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz, jalur distribusi energi yang sangat penting. Sementara itu, dalam suasana duka pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, seruan anti-Amerika mencuat di kalangan pelayat yang meneriakkan slogan kematian untuk Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa rakyat Iran bertekad untuk membalas kematian ayahnya dan menekankan bahwa pembalasan adalah kehendak bangsa.
Iran tetap berpegang pada sikap kerasnya terkait Selat Hormuz, menegaskan bahwa jalur pelayaran tersebut berada di bawah kedaulatan mereka. Pemerintah Teheran menyatakan bahwa kapal-kapal asing yang melintas harus mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk kewajiban pembayaran tertentu. Ketidakpastian mengenai masa depan gencatan senjata dan meningkatnya ketegangan antara kedua negara memunculkan kekhawatiran di kalangan komunitas internasional terkait stabilitas perdagangan global, terutama dalam distribusi minyak mentah yang melewati Selat Hormuz.