Portal Media Online - Serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) di wilayah selatan Iran menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur telekomunikasi, dengan 116 menara telekomunikasi dilaporkan tidak berfungsi, mengganggu layanan telepon seluler, telepon rumah, dan akses internet di sejumlah daerah.
Kepala Komunikasi dan Teknologi Informasi Provinsi Hormozgan menyatakan bahwa serangan terjadi pada malam hari, menghantam kawasan Bandar Abbas dan Hajiabad. Dampak dari serangan ini adalah gangguan yang signifikan pada sistem komunikasi di wilayah tersebut.
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa setelah serangan tersebut, sebanyak 116 menara telekomunikasi berhenti beroperasi. Ini mengakibatkan layanan telepon rumah, jaringan seluler, dan akses internet terganggu di beberapa daerah di provinsi Hormozgan.
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, terutama di tengah eskalasi konflik antara Washington dan Teheran. Ali Fathollah-Nejad, pendiri dan Direktur Center for Middle East and Global Order, menilai bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil ini membuat masyarakat sipil menjadi pihak yang paling dirugikan, terjebak antara dua kekuatan yang bertentangan.