AS Tingkatkan Kehadiran Militer di Timur Tengah untuk Melindungi Aset, Bukan Serang Iran
Sumber Foto: Kompas.com
Internasional

AS Tingkatkan Kehadiran Militer di Timur Tengah untuk Melindungi Aset, Bukan Serang Iran

KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan bahwa peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah bukan merupakan sinyal serangan segera terhadap Iran.

Menurutnya, pengerahan armada besar tersebutbertujuan untuk melindungi personel dan aset AS dari berbagai potensi ancaman di kawasan tersebut.

“Kami ditempatkan di wilayah ini karena satu alasan sederhana, yaitu kami memahami bahwa mungkin ada ancaman terhadap pasukan kami di wilayah tersebut,” kata Rubio, dikutip dari Anadolu.

Ia menambahkan, Washington ingin memastikan adanya kapasitas yang memadai untuk membela diri jika situasi darurat terjadi.

Kedepankan diplomasi

Saat disinggung mengenai prosedur konsultasi dengan Kongres sebelum mengambil langkah militer terhadap Iran, Rubio mengeklaim bahwa Presiden Donald Trump lebih memprioritaskan jalur diplomasi dan penyelesaian melalui negosiasi.

Meski demikian, ia mengakui bahwa berurusan dengan Teheran bukanlah perkara mudah.

“Kita berurusan dengan orang-orang yang membuat keputusan politik dan geopolitik berdasarkan teologi semata, dan itu adalah hal yang rumit,” jelas dia.

“Tidak ada yang pernah berhasil mencapai kesepakatan dengan Iran, tetapi kita akan mencoba," lanjutnya.

Rubio juga menuturkan, utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner yang telah aktif di Timur Tengah saat ini sedang melakukan perjalanan untuk pertemuan penting.

SPUTNIK/ALEXANDER KAZAKOV via AFP Utusan khusus Amerika Serikat untuk perang Rusia-Ukraina, Steve Witkoff (kanan), dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner (kiri), bersama utusan perekonomian Kremlin Kirill Dmitriev (belakang), menjelang pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa, 2 Desember 2025.

Komitmen terhadap hukum dan Kongres

Ia pun berjanji untuk selalu mematuhi hukum AS yang berlaku dalam hal melibatkan Kongres untuk setiap keputusan.

“Tetapi saat ini, kita tidak membicarakan hal itu. Kita sedang membicarakan negosiasi,” ujarnya.

“Presiden telah memperjelas hal itu. Jika itu berubah, akan jelas bagi semua orang, dan tentunya apa pun yang diwajibkan oleh hukum, akan kami lakukan,” tambahnya.

AS secara signifikan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut, dengan mengerahkan kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln.

Terbaru, Washington berencana untuk mengirim kapal induk USS Gerald R Ford di tengah meningkatnya ketegangan dengan Teheran.

Serangan AS terhadap Iran pada Juni lalu dilakukan tanpa persetujuan Kongres atau pemberitahuan kepada para pemimpin Demokrat terkemuka di Kongres.

Beberapa anggota parlemen yang keberatan mengatakan bahwa serangan itu terjadi meskipun tidak ada ancaman langsung terhadap AS.