AS Tingkatkan Kekuatan Militer di Timur Tengah di Tengah Perundingan Nuklir Iran
Sumber Foto: Disway Malang
Internasional

AS Tingkatkan Kekuatan Militer di Timur Tengah di Tengah Perundingan Nuklir Iran

USS Abraham Lincol dalam sebuah latihan operasi penerbangan di Laut Arab pada 8 Februari 2026 lalu-Hannah Tross/US Navy via AFP---

WASHINGTON, DISWAYMALANG.ID –Perundingan nuklir dengan Iran tak kunjung membuahkan hasil, Amerika Serikat terus meningkatkan konsentrasi kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah secara besar-besaran. Hingga minggu ketiga bulan Februari 2026, Washington sudah "memarkir" sedikitnya 13 kapal perang di Samudera Hindia dekat timur tengah.

Pejabat Amerika Serikat pada 19 Februari 2026 menyatakan, armada yang bersiaga saat ini terdiri dari satu kapal induk yakni USS Abraham Lincoln, sembilan kapal perusak (destroyer), dan tiga kapal perang pesisir (littoral combat ships). Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah seiring datangnya bantuan armada baru.

Salah satu penambahan kekuatan yang paling signifikan adalah pergerakan USS Gerald R. Ford (CVN-78). Kapal induk terbesar di dunia tersebut saat ini sedang berada di Samudra Atlantik dan terus bergerak dari penugasan sebelumnya di Karibia menuju Timur Tengah.

Pengerahan USS Gerald R. Ford merupakan instruksi langsung dari Presiden Trump awal bulan ini, dengan didampingi oleh tiga kapal perusak tambahan.

Kehadiran dua kapal induk sekaligus di Timur Tengah merupakan fenomena yang jarang terjadi. Masing-masing kapal induk ini membawa puluhan pesawat tempur dan diawaki oleh ribuan pelaut, yang memberikan pesan kuat mengenai kesiapsiagaan tempur AS di kawasan tersebut.

Kondisi serupa di mana Amerika Serikat menempatkan dua kapal perang raksasa di kawasan tersebut terakhir kali terjadi pada Juni tahun lalu. Saat itu, armada tersebut disiagakan ketika AS menargetkan tiga situs nuklir Iran selama 12 hari perang Israel dan Iran.

Pejabat AS dan Iran mengadakan pembicaraan di Jenewa pada Selasa, 17 Februari 2026, yang bertujuan untuk mencegah serangan militer AS. Pasca pertemuan, delegasi Iran menyatakan bahwa mereka telah menyepakati "prinsip-prinsip panduan" untuk sebuah kesepakatan.

Namun, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada Rabu, 18 Februari 2026, bahwa meskipun ada "sedikit kemajuan yang dicapai," kedua belah pihak "masih sangat berjauhan dalam sejumlah isu yang dibahas."

Leavitt juga mengatakan kepada jurnalis bahwa ada banyak alasan dan argumen yang bisa dibuat untuk melakukan serangan terhadap Iran. "Akan sangat bijaksana bagi Iran jika mereka bersedia membuat kesepakatan," kata Leavitt.

Selain armada laut, Amerika Serikat juga telah mengirimkan armada pesawat tempur dalam jumlah besar ke Timur Tengah. Berdasarkan data intelijen sumber terbuka (OSINT) di platform X, dan situs pelacakan penerbangan Flightradar24, AS telah mengerahkan jet tempur siluman F-22 Raptor, serta jet tempur F-15 dan F-16.

1

2

»

Sumber: harian.disway.id

Share: