Bawaslu Jabar Tingkatkan Profesionalitas Pengawasan di Bulan Ramadan
Sumber Foto: Bawaslu.go.id
Nasional

Bawaslu Jabar Tingkatkan Profesionalitas Pengawasan di Bulan Ramadan

Portal Media Online - Bandung, Jawa Barat - Bawaslu Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya menjaga integritas, profesionalitas, serta penguatan fungsi pengawasan pada masa non-tahapan pemilu melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan 2026 yang digelar secara daring, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat spirit kelembagaan, dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Jawa Barat, Zacky Muhammad Zam Zam, bersama jajaran pimpinan dan sekretariat. Forum tersebut tidak hanya menjadi momentum Ramadan, tetapi juga ruang konsolidasi internal dalam menghadapi efisiensi anggaran dan dinamika regulasi kepemiluan ke depan.

Zacky menegaskan bahwa masa non-tahapan bukan alasan untuk menurunkan kualitas kerja pengawasan. Menurutnya, tugas pengawasan tetap berjalan sesuai amanat undang-undang, seperti pemutakhiran data pemilih, pengawasan partai politik, serta pengawasan partisipatif.

“Respon yang kita lakukan adalah bagian dari komitmen kerja untuk memperkuat kelembagaan, baik secara partisipatif maupun internal. Kita harus terus memperbarui kompetensi teknis seiring dinamika sistem pengawasan yang harus disiapkan sejak dini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keselarasan dengan arahan Bawaslu RI serta memastikan setiap penggunaan anggaran dilakukan secara akuntabel dan transparan.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Nuryamah menyoroti pentingnya menjaga etos kerja selama bulan Ramadan tanpa mengurangi kualitas pengawasan. Ia menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh menjadi alasan menurunkan standar profesionalitas.

“Dalam konteks efisiensi, kita harus tetap bekerja secara profesional dan berintegritas. Jangan sampai puasa menghambat kerja-kerja pengawasan,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Harminus Koto, menekankan pentingnya kreativitas dan kesiapan dalam menghadapi dinamika regulasi pemilu yang terus berkembang. Menurutnya, jajaran pengawas harus adaptif terhadap perubahan undang-undang dan tantangan pengawasan ke depan.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Syaiful Bachri menegaskan bahwa Ramadan tidak mengurangi tanggung jawab kelembagaan. Ia mendorong agar ruang publik tetap diisi dengan pendidikan politik yang berkualitas.

“Di masa non-tahapan ini, kita harus tetap aktif memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Aktivitas pengawasan dan pembinaan harus terus berjalan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Divisi SDM Fereddy yang berharap kegiatan ini dapat memperkuat soliditas internal. Ia mengajak seluruh jajaran untuk menyeimbangkan ibadah puasa dengan tanggung jawab kelembagaan.

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Usep Agus Zawari juga menekankan pentingnya menjaga kinerja selama Ramadan. Menurutnya, ibadah puasa seharusnya menjadi penguat komitmen dalam menjalankan tugas pengawasan.

Dalam tausiyahnya, Ust. Abdul Mufti Albasyari mengaitkan nilai ibadah puasa dengan integritas kelembagaan. Ia menegaskan bahwa kejujuran dan amanah merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai pengawas pemilu.

“Sebagai abdi negara yang telah dilantik, kita harus bekerja dengan tuntas. Hindari intervensi dan suap. Integritas harus dijunjung tinggi karena setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban,” pesannya.

Kegiatan yang diikuti jajaran pimpinan, sekretariat, dan staf Bawaslu Jawa Barat ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi kelembagaan menjelang dinamika kepemiluan mendatang. Melalui forum tersebut, Bawaslu Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam menjaga demokrasi yang berintegritas dan berkualitas, tidak hanya pada saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga di masa non-tahapan.***