Bubur Harisah: Tradisi Buka Puasa Khas Cirebon yang Selalu Dinantikan
Sumber Foto: Radar Cirebon
Internasional

Bubur Harisah: Tradisi Buka Puasa Khas Cirebon yang Selalu Dinantikan

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Ramadan di Kota Cirebon tak lengkap tanpa kehadiran bubur Harisah.

Sajian berbahan dasar beras yang dipadukan dengan daging kambing dan rempah-rempah khas Timur Tengah ini, selalu dinantikan warga Jalan Panjunan, Kota Cirebon untuk menu berbuka puasa.

Berbeda dari bubur pada umumnya, bubur Harisah memiliki cita rasa gurih dan kaya rempah.

Setiap bulan suci, makanan ini rutin dibuat dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan jamaah masjid kawasan Jl Panjunan.

Tradisi berbagi tersebut bahkan sudah berlangsung sejak tahun 1924 dan terus bertahan hingga kini.

Fatimah Bayasut (67), generasi ketiga penerus tradisi, kepada RadarCirebon.Com mengatakan, bubur Harisah diracik dari beras dan daging kambing yang dimasak bersama aneka bumbu pilihan.

"Bumbu yang digunakan diantaranya santan, sereh, daun salam, daun pandan, kapulaga, cengkeh, pala, kayu manis, ketumbar, lada, jinten putih, adas, dan bahan pelengkap lainnya,” katanya, Sabtu 21 Februari 2026.

Menurut Fatimah, proses pembuatannya pun tidak sederhana. Beras terlebih dahulu dicuci bersih, lalu dimasak dalam air mendidih.

Setelah air mulai menyusut, campuran rempah-rempah serta daging kambing yang sudah direbus terpisah dimasukkan ke dalamnya.

“Setelah itu dimasak hingga menjadi bubur yang kental dan matang sempurna. Ciri khasnya memang di rempah-rempahnya yang kuat,” ujarnya.