Iran: Agresi AS Akan Berdampak Buruk bagi Stabilitas Timur Tengah
Sumber Foto: Tribunnews.com
Internasional

Iran: Agresi AS Akan Berdampak Buruk bagi Stabilitas Timur Tengah

Portal Media Online - Iran: Serangan Apa Pun Amerika ke Teheran akan Membuat Seluruh Timur Tengah Menderita

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi mengatakan Teheran siap mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Pernyataan ini dilontarkan seiring dimulainya babak baru pembicaraan antara kedua negara.

Diplomat Iran itu menambahkan kalau serangan Amerika apa pun terhadap Iran akan menjadi "pertaruhan yang nyata" dari kelangsungan negosiasi yang berproses.

Ia menekankan kalau Teheran siap mencapai kesepakatan dengan Washington sesegera mungkin.

Ia menambahkan, jika para pihak memiliki kemauan, kesepakatan dapat dicapai secepat mungkin.

Ravanchi menekankan bahwa pokok bahasan negosiasi adalah isu nuklir, dan inilah yang telah disepakati oleh para pihak.

Dia berkata, "Jika Amerika Serikat menyerang kami, bagaimana Anda mengharapkan kami untuk tetap diam?".

Dia menambahkan bahwa pilihan yang mereka sukai adalah menempuh pendekatan damai.

Dia melanjutkan: "Tidak ada solusi militer, dan daripada mengirim pasukan, lebih baik fokus pada diplomasi. Jika terjadi serangan atau agresi terhadap kami, kami akan merespons sesuai dengan rencana pertahanan kami."

Ia menekankan bahwa setiap orang harus menyadari bahwa perang mungkin akan pecah, tetapi mengakhirinya tidak akan mudah.

Selain itu, dia mewanti-wanti kalau seluruh kawasan di Timur Tegah akan menderita akibat agresi dalam bentuk apa pun terhadap Iran.

Ia menyimpulkan dengan mengatakan: "Jika tujuan pengiriman pasukan adalah untuk mengintimidasi kami, itu tidak akan terjadi."

Faktor Trump

Di sisi lain, dalam pidato kenegaraannya di Ruang Sidang DPR, Gedung Capitol, Washington, Selasa (24/2/2026), Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyiratkan kalau negosiasi AS-Iran berada di persimpangan.

Dalam pidatonya, Trump menyinggung soal hubungan AS dengan Iran yang semakin memanas.