Iran Peringatkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jadi Target Jika Terjadi Agresi
Sumber Foto: VIVA Siap
Internasional

Iran Peringatkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jadi Target Jika Terjadi Agresi

Siap – Iran secara resmi menyurati Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres. Isinya tegas. Jika terjadi agresi militer, seluruh pangkalan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah akan menjadi target sah.

Situasi memanas di tengah kebuntuan negosiasi soal program nuklir Iran.

Surat tersebut dikirim oleh Misi Iran untuk PBB. Pesannya jelas dan terbuka.

Pihak Teheran memperingatkan konsekuensi langsung jika ancaman militer benar-benar diwujudkan.

"Seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset kekuatan musuh di kawasan ini akan menjadi target yang sah”—merujuk pada pangkalan- pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Pernyataan itu mempertegas posisi Teheran.

Pihaknya menyebut setiap tindakan balasan akan bersifat defensif dan sesuai hukum internasional.

"AS akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas setiap konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali yang timbul dari tindakannya," lanjut surat tersebut, seperti dikutip dari The National, Jumat (20/2/2026).

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, pernyataan resmi seperti ini menjadi sinyal kuat.

Teheran tidak lagi hanya merespons secara retoris. Negara itu membawa isu ini ke forum internasional.

Surat ke PBB dan Peringatan atas Eskalasi

Dalam suratnya, Iran juga mengutip unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump pada 18 Februari.

Unggahan tersebut berisi ancaman penggunaan kekuatan jika Teheran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.

Trump menyatakan 10 hingga 15 hari akan cukup bagi Teheran untuk menyetujui kesepakatan. Namun hingga kini, negosiasi tetap buntu.

Teheran menilai referensi terhadap kemungkinan penggunaan pangkalan militer, termasuk Diego Garcia di Kepulauan Chagos dan RAF Fairford di Inggris, sebagai eskalasi serius.

“Mengingat situasi yang bergejolak di kawasan itu dan pergerakan serta penumpukan peralatan dan aset militer yang terus-menerus oleh Amerika Serikat, pernyataan yang agresif seperti itu tidak boleh dianggap sebagai retorika belaka,” imbuh surat tersebut, memperingatkan risiko nyata agresi militer dengan konsekuensi yang dapat berakibat bencana bagi stabilitas regional.

Teheran mendesak Dewan Keamanan PBB dan Guterres untuk bertindak “tanpa penundaan”.