Iran Siap Serang Pangkalan AS Jika Terancam
Sumber Foto: news.fin.co.id
Internasional

Iran Siap Serang Pangkalan AS Jika Terancam

fin.co.id - Iran akan menyerang pangkalan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, jika diserang oleh pasukan AS yang telah berkumpul di kawasan itu. Penegasan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, Sabtu, 7 Februari 2026.

"Tidak mungkin menyerang wilayah Amerika, tetapi kami akan menargetkan pangkalan mereka di wilayah tersebut," katanya.

"Kami tidak akan menyerang negara-negara tetangga; sebaliknya, kami akan menargetkan pangkalan AS yang ditempatkan di sana. Ada perbedaan besar antara keduanya," lanjut Araqchi.

Ia menyatakan, bahwa ini tidak boleh dilihat sebagai serangan terhadap negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan tersebut.

Pernyataan itu dilontarkan Araqchi, satu hari setelah Teheran dan Washington berjanji untuk melanjutkan pembicaraan nuklir tidak langsung, setelah apa yang digambarkan kedua pihak sebagai diskusi positif di Oman.

Meskipun Araqchi mengatakan belum ada tanggal yang ditetapkan untuk putaran negosiasi berikutnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi tersebut dapat berlangsung awal pekan depan.

"Kami dan Washington percaya bahwa negosiasi tersebut harus segera diadakan," kata Araqchi.

Trump Ancam Serang Iran

Trump telah mengancam akan menyerang Iran, setelah peningkatan kekuatan Angkatan Laut AS di kawasan itu.

Ia menuntut agar Iran meninggalkan pengayaan uranium, jalur potensial menuju bom nuklir, serta menghentikan pengembangan rudal balistik dan dukungan untuk kelompok-kelompok bersenjata di sekitar kawasan tersebut.

Teheran sendiri telah lama membantah niat untuk mempersenjatai produksi bahan bakar nuklir.

Meskipun kedua pihak telah mengindikasikan kesediaan untuk menghidupkan kembali diplomasi terkait perselisihan nuklir Teheran yang telah berlangsung lama dengan Barat, Araqchi menolak untuk memperluas pembicaraan tersebut.

"Dialog apa pun membutuhkan pengekangan dari ancaman dan tekanan. (Teheran) hanya membahas masalah nuklirnya. Kami tidak membahas masalah lain dengan AS," katanya.