Trump Diberi Opsi Militer Terkait Iran, Teheran Siaga
Sumber Foto: Tribun Video
Internasional

Trump Diberi Opsi Militer Terkait Iran, Teheran Siaga

Portal Media Online - Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Komandan Tertinggi Timur Tengah telah memberi pengarahan kepada Presiden AS Donald Trump tentang opsi militer terhadap Iran.

Sementara itu, Teheran harus siaga dan bersiap pada segala skenario Washington, termasuk serangan ke fasilitas nuklirnya.

Mengutip Iran International pada (27/2), kabar ini diumumkan oleh Laksamana Angkatan Laut Brad Cooper, kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), pada Kamis (26/2/2026).

Dia telah memberi pengarahan kepada Presiden Trump, didampingi Jenderal Dan Caine, mengenai opsi militer terhadap Iran.

Pilihannya berkisar dari serangan terbatas pada peluncur rudal dan fasilitas nuklir.

Bahkan, hingga operasi lebih luas yang bisa melibatkan Israel dan berisiko memicu eskalasi atau perubahan rezim.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa hingga Kamis belum jelas apakah rencana itu telah diterima oleh Trump.

Adapun Trump dikabarkan semakin frustrasi atas penolakan Iran untuk menyetujui tuntutannya.

Terkhusus, dalam opsi menghentikan pengayaan uranium dan membatasi program rudal balistiknya.

“Hingga hari Kamis, belum jelas apakah rencana tersebut telah diterima oleh Trump, yang dikabarkan semakin frustrasi dengan penolakan Iran untuk menyetujui tuntutannya agar menghentikan pengayaan uranium dan membatasi program rudal balistiknya,” demikian laporan tersebut.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly menepis spekulasi tentang niat presiden.

Ia mengatakan bahwa media boleh terus berspekulasi mengenai pemikiran Presiden Trump, namun hanya Trump yang mengetahui apa yang mungkin atau tidak mungkin akan ia lakukan.

“Media boleh saja terus berspekulasi tentang pemikiran Presiden sesuka mereka, tetapi hanya Presiden Trump yang tahu apa yang mungkin atau tidak mungkin dia lakukan,” katanya.