AS Perkuat Kehadiran Militer di Timur Tengah dengan Kapal Induk USS Gerald R. Ford
Portal Media Online - Ringkasan Berita:
Kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, tiba di pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Teluk Souda, Kreta, Yunani, Senin (23/2/2026).
Kedaangan kapal induk tersebut menandai langkah lanjutan Washington dalam memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah, tatkala meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Pengerahan USS Gerald R Ford berlangsung saat hubungan Washington dan Teheran kembali memanas terkait program nuklir Iran.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KRETA – Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford.
Kapal pemukul tersebut dilaporkan telah merapat di pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Souda, Pulau Kreta, Yunani, pada Senin (23/2/2026).
Langkah strategis Washington ini diambil di tengah eskalasi ketegangan yang kian memanas antara AS dan Iran terkait ambisi program nuklir Teheran.
Kedatangan USS Gerald R. Ford merupakan tahap awal sebelum nantinya bergabung dengan USS Abraham Lincoln di wilayah yang sama.
Kehadiran dua kapal induk bertenaga nuklir secara bersamaan di satu kawasan merupakan peristiwa militer yang sangat jarang terjadi.
Langkah ini dipandang sebagai unjuk kekuatan masif Washington untuk menekan Iran agar segera menyepakati perjanjian nuklir baru.
Ancaman Militer dan Diplomasi Buntu
Presiden AS, Donald Trump, dalam berbagai kesempatan telah mengancam akan mengambil tindakan militer jika Iran terus melanjutkan pengayaan uraniumnya.
Sebelumnya pada Juni 2025, AS sempat membombardir tiga situs nuklir Iran dalam konflik singkat yang melibatkan Israel.
Hingga kini, pihak Barat mengkhawatirkan upaya pengayaan uranium Iran yang telah mencapai 60 persen—mendekati level 90 persen yang dibutuhkan untuk hulu ledak nuklir.
Sementara itu, Teheran tetap bersikeras bahwa aktivitas atom mereka sepenuhnya bertujuan damai.
Status Siaga di Timur Tengah
Pengerahan USS Gerald R. Ford akan menambah daftar kekuatan tempur AS di kawasan tersebut. Saat ini, Washington telah menempatkan satu kapal induk, sembilan kapal perusak, dan tiga kapal tempur pesisir di perairan Timur Tengah.
Pangkalan Teluk Souda sendiri merupakan titik vital bagi operasi militer AS, dengan dukungan sekitar 1.000 personel aktif dan kontraktor sipil.
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Pertahanan Yunani dan Kedutaan Besar AS di Athena masih menolak memberikan komentar resmi terkait pergerakan armada tempur tersebut.
Kegagalan diplomasi nuklir pada tahun lalu, yang diperburuk oleh serangan kejutan Israel terhadap instalasi Iran, membuat kawasan ini berada dalam status siaga tinggi.




