AS Targetkan Penyelesaian Pengerahan Pasukan di Timur Tengah Maret 2026
BORNEONEWS, Moskow – Amerika Serikat menargetkan penyelesaian pengerahan pasukan militernya di kawasan Timur Tengah pada pertengahan Maret 2026. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan operasi militer terkait ketegangan dengan Iran.
Surat kabar The Washington Post, Kamis, 19 Februari 2026, melaporkan rencana tersebut dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat. Disebutkan, Presiden AS Donald Trump bersama para penasihat keamanan nasional telah menggelar pertemuan di Situation Room Gedung Putih untuk membahas perkembangan situasi di Iran.
Menurut pejabat AS, peningkatan kehadiran militer di kawasan Timur Tengah sengaja ditunjukkan sebagai bagian dari strategi tekanan. Trump bahkan memperingatkan bahwa “hal-hal buruk” dapat terjadi apabila Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan.
Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan Trump tengah mempertimbangkan opsi serangan terbatas tahap awal terhadap fasilitas militer dan pemerintahan Iran. Opsi tersebut disebut sebagai upaya mendorong Teheran agar menyepakati perjanjian nuklir baru.
Di sisi diplomatik, putaran kedua perundingan nuklir Iran–AS berlangsung di Jenewa pada 17 Februari dengan mediasi Oman. Seusai pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan terdapat kemajuan dalam pembahasan dan kedua pihak sepakat menyusun naskah awal sebagai dasar potensi kesepakatan.
Namun demikian, ketegangan tetap tinggi. Media CBS News melaporkan pasukan AS telah meningkatkan kesiagaan sejak Sabtu lalu, meski Presiden Trump belum mengambil keputusan akhir terkait langkah militer terhadap Iran.
Dari pihak Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran akan menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk Persia jika Washington melancarkan serangan. Iran juga menekankan bahwa program rudalnya tidak termasuk dalam agenda perundingan nuklir karena dianggap sebagai bagian dari pertahanan nasional.




