Dinas P3AP2KB Sleman Restrukturisasi UPPKA untuk Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
Portal Media Online - Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) resmi melakukan penyegaran struktur kepengurusan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) tingkat kabupaten. Langkah strategis ini ditetapkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung di Aula Dinas P3AP2KB Sleman pada Selasa (24/2/2026), dengan menghadirkan perwakilan pengurus dari seluruh kapanewon di wilayah Sleman.
Reorganisasi kepengurusan ini bertujuan untuk melahirkan inovasi baru dalam program pemberdayaan ekonomi keluarga, khususnya bagi para peserta Keluarga Berencana (KB). UPPKA diposisikan sebagai motor penggerak yang mampu menyinergikan antara kemandirian ekonomi rumah tangga dengan kesuksesan program kependudukan. Dengan struktur yang baru, organisasi ini diharapkan lebih lincah dalam merespons dinamika pasar bagi produk-produk lokal yang dihasilkan oleh para anggotanya.
Kepala Bidang Kesejahteraan dan Ketahanan Keluarga, M. Daroji, menegaskan bahwa UPPKA memegang peran ganda yang sangat vital di tengah masyarakat. Selain menggerakkan roda ekonomi, kelompok ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keberlanjutan program keluarga berencana. Menurutnya, keberhasilan ekonomi sebuah keluarga akan berbanding lurus dengan kesadaran mereka dalam merencanakan masa depan melalui program KB.
“UPPKA berperan sebagai mitra dalam menjaring peserta akseptor baru sekaligus menjadi ujung tombak dalam membantu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga akseptor. Kami ingin para pengurus yang baru ini mampu menciptakan ekosistem usaha yang kuat agar keluarga-keluarga di Sleman tidak hanya berencana secara kependudukan, tetapi juga berdaya secara finansial,” ujar M. Daroji saat memberikan arahan di depan forum.
Ketua UPPKA Kabupaten Sleman yang kembali terpilih dalam pertemuan tersebut menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi lebih fokus pada dua pilar utama, yakni ekonomi dan edukasi. Ia menekankan bahwa setiap anggota UPPKA harus menjadi teladan di lingkungannya. Upaya meningkatkan pendapatan keluarga melalui berbagai unit usaha kreatif tetap menjadi prioritas, namun tugas mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan KB tidak boleh ditinggalkan.
“Visi kami ke depan adalah memastikan anggota UPPKA aktif menjadi penggerak di dua lini sekaligus. Kami tidak ingin hanya fokus pada profit usaha, tetapi juga bertanggung jawab moral untuk mengajak warga sekeliling memahami pentingnya KB bagi kesejahteraan jangka panjang. Sinergi ini akan kami perkuat hingga ke tingkat kapanewon agar manfaatnya menyentuh lapisan masyarakat paling bawah,” ungkap Ketua UPPKA terpilih.
Pertemuan koordinasi ini menjadi titik awal penguatan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) di Kabupaten Sleman untuk tahun anggaran berjalan. Dengan terbangunnya komunikasi yang solid antar-pengurus, pemerintah berharap tingkat kemandirian ekonomi keluarga akseptor semakin meningkat, sekaligus mampu menekan angka pertumbuhan penduduk melalui pendekatan ekonomi yang humanis. (Lidya/KIM Depok)
Post Views: 141
Bagikan:




