Dua UMKM Indonesia Berhasil Ekspor Camilan Sehat ke Dubai
Portal Media Online - JAKARTA – Produk camilan sehat buatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia kini mulai memikat lidah konsumen di Uni Emirat Arab (UEA). Kementerian Perdagangan melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai melaporkan dua UMKM nasional sukses melakukan ekspor perdana ke Dubai dengan total nilai mencapai 10.588 dolar AS atau setara Rp178,25 juta.
Realisasi ekspor ini merupakan buah manis dari rangkaian business matching serta partisipasi dalam pameran dagang internasional yang difasilitasi oleh Kemendag.
Kepala ITPC Dubai, Widy Haryono, menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas strategi promosi Indonesia di UEA. Ia menegaskan pihaknya akan terus mengintensifkan program pendampingan bagi UMKM agar bisa bersaing di kancah global.
"Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dengan buyer, tetapi juga memastikan adanya tindak lanjut konkret hingga menghasilkan transaksi dan kontrak dagang yang berkelanjutan," ujar Widy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/2/2026).
Profil UMKM dan Produk yang Diekspor
Dua pelaku usaha yang berhasil menembus pasar Dubai tersebut adalah CV Cahaya Sinar Terang (Yogyakarta) yang mencatatkan transaksi sebesar 5.888 dolar AS (sekitar Rp99,13 juta) dan Hundred Seed (Bali) yang membukukan nilai ekspor sebesar 4.700 dolar AS (sekitar Rp79,12 juta).
Adapun varian produk yang dikirim meliputi makanan olahan sehat seperti granola, sereal renyah, hingga aneka kue kering (cookies).
Standarisasi Jadi Kunci Utama
Widy mengingatkan para pelaku usaha bahwa kualitas produk bukan satu-satunya penentu. Kepatuhan terhadap regulasi internasional, terutama mengenai kemasan dan pelabelan sesuai standar UEA, adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
"Permintaan terhadap produk pangan olahan sehat terus meningkat di pasar UEA. Kami akan terus memfasilitasi pelaku usaha produk olahan makanan dan berbagai produk unggulan lainnya untuk memperluas penetrasi pasar di kawasan Timur Tengah," tambah Widy.
Tren Perdagangan Indonesia-UEA yang Gemilang
Sektor perdagangan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data tahun 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 6,44 miliar dolar AS. Indonesia mencatatkan surplus sebesar 1,62 miliar dolar AS, dengan angka ekspor menyentuh 4,03 miliar dolar AS.
Beberapa komoditas utama yang mendominasi pasar UEA antara lain mutiara, lemak dan minyak hewani, kendaraan, mesin, perlengkapan listrik, serta besi dan baja. Capaian ini meningkat dibanding tahun 2024, di mana total perdagangan berada di angka 5,07 miliar dolar AS dengan surplus sebesar 1,06 miliar dolar AS bagi Indonesia. (*)




