Jepang Peringatkan Warganya untuk Waspada di 50 Negara Akibat Ketegangan Timur Tengah
Sumber Foto: TIMES Indonesia
Internasional

Jepang Peringatkan Warganya untuk Waspada di 50 Negara Akibat Ketegangan Timur Tengah

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Jepang mengeluarkan peringatan perjalanan yang meluas, mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan di lebih dari 50 negara dan wilayah. Langkah ini merespons potensi perubahan dramatis di kawasan Timur Tengah yang diperkirakan dapat memicu insiden tak terduga hingga ke Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Dalam dokumen resmi yang dikutip pada Sabtu (21/2/2026), kementerian menyatakan bahwa situasi di Timur Tengah berpotensi berubah secara tajam. Bahkan di luar kawasan, termasuk di wilayah AS, kemungkinan terjadinya insiden tak terduga yang terkait dengan situasi tersebut tidak dapat dikesampingkan.

Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei harus sangat khawatir dan mengancam akan melakukan tindakan buruk terhadap Iran jika negara itu melanjutkan program nuklirnya. Trump juga mengatakan bahwa jika tidak ada kesepakatan yang dicapai, "setiap serangan AS di masa depan akan jauh lebih buruk dari sebelumnya."

Kementerian Luar Negeri Jepang memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat menyebabkan penutupan ruang udara dan penghentian operasional bandara, yang berpotensi mengakibatkan pembatalan dan penundaan penerbangan. Warga Jepang diminta untuk memantau informasi terkini dari berbagai sumber, menghindari fasilitas militer AS, dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk keselamatan diri.

Nasihat perjalanan ini berlaku untuk sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Afghanistan, Uni Emirat Arab, Yaman, Israel, Palestina, Irak, Iran, Mesir, Oman, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Suriah, Turki, Bahrain, Yordania, dan Lebanon. Peringatan juga mencakup Amerika Serikat, Kanada, serta beberapa negara Eropa seperti Inggris Raya, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Belanda, Belgia, Polandia, dan Rumania.

Langkah Jepang ini mencerminkan kekhawatiran global bahwa ketegangan yang dipicu oleh ancaman Trump terhadap Iran dapat meluas dan berdampak pada keamanan internasional secara lebih luas. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya memperingatkan bahwa tindakan militer akan membawa konsekuensi bencana tidak hanya bagi Iran, tetapi juga bagi kawasan dan masyarakat internasional(*)