Portal Media Online - Ratusan jamaah menghadiri Kajian Inspiratif Subuh (KIS) di Masjid Attaqwa Pogot, Surabaya, pada Rabu (22/7), yang mengangkat tema penyalahgunaan narkoba dan modus baru peredarannya. Kegiatan ini menekankan pentingnya peran keluarga dalam menghadapi ancaman narkotika yang semakin meningkat dan berdampak luas pada ketahanan masyarakat.
KIS diselenggarakan setiap Rabu ba’da Subuh dan secara rutin membahas isu-isu keislaman yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Pada edisi kali ini, tema tentang penyalahgunaan narkoba dipilih sebagai respons terhadap situasi yang mengkhawatirkan terkait peredaran gelap narkoba.
Ustad Muchamad Arifin, pengasuh KIS, menyatakan bahwa peredaran narkoba telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ia mengungkapkan bahwa pengungkapan pabrik gelap narkoba oleh aparat dengan barang bukti mencapai 3,37 ton menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba semakin terorganisir dan menyasar semua lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Ia juga mencatat bahwa modus peredaran narkoba kini semakin beragam dan memanfaatkan teknologi, media sosial, serta jasa pengiriman, yang membuatnya lebih sulit dikenali.
Arifin menekankan pentingnya pendidikan sejak dini untuk membentuk karakter anak dan membekali mereka dengan pemahaman tentang bahaya narkoba. Ia mengajak orang tua untuk tidak hanya mengandalkan sekolah dalam pendidikan tetapi juga aktif dalam membangun komunikasi dan keteladanan. Dengan demikian, anak-anak diharapkan dapat memiliki keberanian untuk menolak narkoba dan menjadi benteng pertahanan pertama dalam keluarga.