Kisah Inspiratif Kusriyah: Perajin Disabilitas yang Sukses di Lapak Ramadan
Portal Media Online - Sleman — Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk berdaya dan menghidupi keluarga. Hal ini dibuktikan secara nyata oleh Kusriyah, seorang pelaku usaha kerajinan kulit kambing asal Purwokerto yang kini menetap di Sleman. Melalui brand “Kusriyah Leather”, ia menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi dapat dibangun di atas landasan keikhlasan dan kerja keras, meskipun harus beraktivitas dalam ruang gerak yang terbatas.
Kusriyah menjadi salah satu peserta yang meramaikan kegiatan Lapak Ramadhan di Sleman (LARIS) 2026 yang digelar di halaman PLUT Sleman Unit 1, tepat di depan Rumah Dinas Bupati Sleman pada Jumat (27/2/2026). Di sela kesibukannya melayani pembeli, ia menceritakan bahwa semangatnya untuk bangkit muncul setelah ia berinteraksi dengan sesama penyandang disabilitas di Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen Untuk Kesejahteraan Umum (Yakkum). Di tempat itulah ia menemukan kepercayaan diri untuk menerima takdir dan mulai merintis usaha.
“Awalnya saya merasa terpukul dengan kondisi yang tidak seperti orang kebanyakan. Namun, saat bertemu dan berinteraksi dengan sesama disabilitas di Yakkum, saya mendapatkan semangat baru untuk berjuang dan menerima dengan ikhlas semua takdir yang diberikan Sang Pencipta. Dari sana saya mulai berani melangkah,” ujar Kusriyah saat ditemui di lokasi pameran.
Usaha kerajinan kulit ini ia rintis bersama suaminya, Purnomo Adi, yang sebelumnya memiliki pengalaman bekerja pada perajin kulit lain. Pasangan yang dipertemukan saat menjalani pelatihan rehabilitasi ini memutuskan untuk mandiri dengan memproduksi beragam barang ringan seperti dompet, tas, hingga slim bag berbahan kulit kambing. Kualitas produk mereka pun mulai diakui secara luas, terbukti dengan masuknya pesanan dari sektor perhotelan ternama.
“Alhamdulillah, saat ini kami sedang menyelesaikan pesanan puluhan dompet dari Hotel Amanjiwa Magelang. Selain produk kulit, saya juga memproduksi tas dan dompet rajut untuk menambah variasi produk. Sejak tahun 2024, kami bergabung menjadi binaan PLUT Dinas Koperasi Kabupaten Sleman dan mendapatkan banyak manfaat, mulai dari pelatihan manajemen usaha hingga pemasaran digital,” lanjut ibu dari tiga anak tersebut.
Kegigihan keluarga ini terlihat dari cara mereka menjemput rejeki setiap harinya. Setiap Jumat pagi, Kusriyah rutin berjualan di halaman PLUT Unit 1, sementara suaminya berjualan tiwul dan garang asem di Pasar Bela Negara, Lapangan Pemda Sleman. Untuk mendukung mobilitas keluarga, mereka menggunakan motor roda tiga hasil rancangan sendiri yang dimodifikasi khusus. Motor rakitan tersebut menjadi urat nadi transportasi mereka dalam mengantar anak sekolah maupun mengangkut barang dagangan.
“Semua usaha kami lakukan untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Anak pertama saya sekarang sudah kelas 3 SMA dan yang bungsu kelas 7 SD. Dengan motor roda tiga rakitan ini, mobilitas kami sekeluarga sangat terbantu. Kami ingin membuktikan bahwa dalam keterbatasan pun, kami tetap bisa bergerak maju,” tegas Kusriyah dengan penuh optimisme.
Kisah Kusriyah dan Purnomo Adi menjadi cermin ketangguhan pelaku UMKM disabilitas di Kabupaten Sleman. Kehadiran mereka di ajang LARIS 2026 tidak hanya sebagai pedagang, tetapi juga sebagai inspirasi bagi masyarakat luas bahwa martabat manusia diukur dari kegigihannya dalam berikhtiar. Dukungan dari pemerintah daerah melalui PLUT Sleman diharapkan terus berkelanjutan guna memastikan pelaku usaha seperti Kusriyah mendapatkan akses pasar yang lebih luas di masa depan. (Kusnadi/KIM Berbah)
Post Views: 182
Bagikan:




