Kontroversi Tyas: Sorotan pada Latar Belakang Keluarga dan Jejak Birokrasi
Portal Media Online - SULSEL.FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kontroversi seputar Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas, penerima beasiswa LPDP yang viral akibat pernyataannya soal kewarganegaraan, kini memasuki babak baru.
Setelah menuai kritik luas, perhatian publik bergeser pada lingkaran keluarganya, khususnya sang mertua, Syukur Iwantoro, mantan pejabat Kementerian Pertanian yang pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi.
Sorotan muncul di media sosial setelah beberapa warganet menelusuri narasi “hidup susah” yang pernah disampaikan Tyas.
Mereka kemudian menemukan fakta bahwa ayah suaminya memiliki karier birokrasi yang panjang dan menempati posisi strategis di kementerian, memicu perdebatan tentang latar belakang keluarga yang tampaknya kontras dengan kisah kesulitan hidup yang pernah diungkap Tyas.
Rekam Jejak Syukur Iwantoro di Kementerian Pertanian
Syukur Iwantoro, kelahiran Situbondo, 30 Mei 1959, menempuh pendidikan di Fakultas Peternakan IPB dan melanjutkan studi magister serta MBA Agribisnis di Inggris. Kariernya di Kementerian Pertanian mencakup berbagai posisi penting, mulai dari Kepala Subbagian
Kebijakan Subsidi dan Harga, Kepala Bagian Program Badan Agribisnis, hingga Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, kemudian menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian.
Jejaknya di birokrasi kerap dikaitkan dengan proses hukum di KPK. Ia diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus suap izin impor bawang putih (2019) dan dugaan suap impor daging sapi (2013).
Dalam kedua perkara, statusnya hanya saksi, bukan tersangka, namun fakta ini tetap menjadi bahan diskusi di ruang digital.




