Nacho Perez Hadir sebagai Supervisor di Viento Festival Grassroot Bali
Portal Media Online - DENPASAR, NusaBali - Turnamen sepak bola usia dini bertajuk Viento Festival Grassroot siap digelar di Bali pada 19 April, 26 April, dan 3 Mei 2026 di Grande Minisoccer.
Event yang menyasar kategori U6, U8, U10, U12, U14, hingga U16 ini dirancang sebagai wadah pembinaan berstandar profesional dengan menggandeng eks pelatih Real Madrid Clinic, Nacho Perez.
Turnamen ini diinisiasi Mohammad Rassya Islami Sholi selaku Direktur Utama Viento Bali Festival Grassroot. Ia menegaskan, fokus utama kegiatan ini adalah pembinaan usia dini sebagai fondasi regenerasi pesepak bola ke depan. “Karena pembinaan usia dini itu penting untuk regenerasi pemain-pemain sepak bola selanjutnya. Kita ingin memberikan wadah mereka bermain dan upgrade diri ke level lebih baik,” ujar Rassya saat ditemui Kamis (26/2).
Menurutnya, Viento Festival tidak sekadar turnamen biasa. Selain menggunakan fasilitas mini soccer dengan standar representatif, panitia juga menghadirkan live streaming, dual photographer di setiap pertandingan, tim medis siaga, hingga area food court untuk menunjang kenyamanan peserta dan ofisial.
“Profesional itu harus dimulai sejak dini. Jadi kita siapkan exposure yang memadai untuk pemain dan akademi, termasuk kebutuhan media sosial mereka,” tegasnya.
Turnamen ini juga memiliki diferensiasi melalui kolaborasi sosial. Sebanyak 10 persen hasil kegiatan akan disumbangkan ke yayasan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. “Kita enggak cuma sepak bola. Kita juga ada charity. Itu sisi lain yang ingin kita angkat dari Viento Festival Grassroot,” tambahnya.
Dalam penyelenggaraannya, Rassya menggandeng Nacho Perez yang pernah terlibat dalam program pembinaan Real Madrid Clinic dan kini melatih Bali Bulldogs Academy. Nacho berperan sebagai supervisor teknis yang menyusun format dan regulasi pertandingan. “Coach Nacho memberikan program dan formatnya. Dia supervisor. Karena dari Spanyol, tentu lebih paham sistem sepak bola yang ideal,” jelas Rassya.
Ia menambahkan, kehadiran figur internasional tersebut memberikan dampak positif terhadap citra turnamen. “Bagi saya itu lebih ke exposure. Kita jadi lebih dipercaya,” ucapnya.
Sistem pertandingan disesuaikan dengan karakter usia grassroot. Untuk kategori U6 diterapkan format 6 lawan 6, sementara U12 menggunakan 7 lawan 7, agar anak-anak lebih mudah memahami permainan. “Grassroot itu beda dengan profesional. Anak usia 6 tahun tidak mungkin langsung 11 lawan 11. Mereka masih tahap belajar,” katanya.
Hingga saat ini, panitia menargetkan 54 tim dengan total lebih dari 500 pemain yang akan berlaga. Peserta berasal dari Bali, Jakarta, hingga luar negeri.




