Harga Emas Dunia Meningkat di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan Tarif AS
Portal Media Online - KOMPAS.com - Harga emas dunia naik seiring pelaku pasar mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan dampak tarif Amerika Serikat (AS) terhadap perdagangan global.
Dikutip dari Bloomberg, Kamis (26/2/2026), harga emas batangan mendekati level 5.200 dollar AS per troy ons, setelah melonjak hampir 6 persen dalam enam sesi terakhir.
Kenaikan harga emas terjadi di tengah pengerahan pasukan AS di Timur Tengah yang membuat pasar global waspada.
Di saat bersamaan, Washington menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 30 entitas yang mendukung penjualan minyak dan senjata Iran.
Langkah tersebut meningkatkan tekanan terhadap Teheran menjelang putaran terbaru perundingan nuklir yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis di Jenewa.
Kebijakan Tarif AS Tambah Tekanan Pasar
Selain faktor geopolitik, kebijakan perdagangan AS turut memengaruhi pergerakan harga emas dunia. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump melanjutkan langkah untuk mempertahankan agenda tarifnya, yang menambah ketegangan dengan mitra dagang.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan Trump akan menandatangani arahan untuk menaikkan tarif global menjadi 15 persen “jika diperlukan”.
Sebelumnya, tarif impor sebesar 10 persen mulai berlaku pada Selasa setelah Mahkamah Agung membatalkan kebijakan tarif resiprokal Trump.
Christopher Wong, analis di Oversea-Chinese Banking Corp, menilai pergerakan terbaru emas mencerminkan “penyesuaian harga atas ketidakpastian tarif baru dan kekhawatiran geopolitik”.
Menurut dia, konsolidasi dua arah masih mungkin terjadi karena pasar sedang mencerna perkembangan terbaru, termasuk kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan pergerakan dollar AS. Indeks mata uang AS tercatat turun 0,1 persen pada Kamis, setelah sebelumnya melemah 0,2 persen.
Emas Menguat Hampir 20 Persen Sepanjang Tahun
Sepanjang tahun ini, harga emas dunia telah menguat hampir 20 persen. Logam mulia tersebut kembali bertahan di atas 5.000 dollar AS per troy ons setelah sempat terkoreksi tajam selama dua hari dari rekor 5.595 dollar AS pada akhir Januari.
Ketegangan geopolitik dan perdagangan yang berlanjut dinilai kembali memperkuat tren kenaikan jangka panjang. Kondisi ini juga mempertegas strategi pelemahan dollar AS, yakni ketika investor mengalihkan dana dari mata uang dan obligasi pemerintah AS.
Dalam perkembangan lain, pasukan Kuba menewaskan empat orang yang melepaskan tembakan dari kapal cepat berpelat Florida. Insiden itu berpotensi memperburuk ketegangan dengan AS.
Selain itu, kekhawatiran terhadap campur tangan pemerintah dalam kebijakan The Fed turut menopang harga emas dunia. Dalam esai perpisahan menjelang pensiun, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic menulis bahwa ia khawatir masyarakat AS mulai mempertanyakan independensi bank sentral.
Pada perdagangan spot, harga emas naik 0,6 persen menjadi 5.193,79 dollar AS per troy ons pada pukul 12.48 waktu Singapura. Harga perak naik 0,1 persen menjadi 89,32 dollar AS. Platinum menguat, sementara paladium melemah.




