Sekutu AS di Timur Tengah Tolak Wilayah untuk Serang Iran
Sumber Foto: VIVA Siap
Internasional

Sekutu AS di Timur Tengah Tolak Wilayah untuk Serang Iran

Portal Media Online - Siap – Ketakutan akan serangan balasan rudal Iran membuat sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah mengambil sikap tegas.

Mereka kompak menolak penggunaan wilayah udara, pangkalan militer, maupun perairan mereka untuk mendukung potensi serangan Washington ke Teheran.

Di tengah meningkatnya tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Teheran terkait program nuklirnya, negara-negara mitra Amerika di kawasan justru memilih menjaga jarak.

Mereka tidak ingin wilayahnya berubah menjadi target empuk jika konflik benar-benar meletus.

Sinyal ini bukan sekadar diplomasi simbolik.

Sejumlah pemerintah menyampaikan penolakan secara terbuka, bahkan ketika kehadiran militer AS di kawasan terus diperkuat.

Negara Teluk dan Yordania Tak Mau Jadi Sasaran Balasan

Yordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Qatar, hingga Turki menyatakan posisi yang pada intinya sama: wilayah mereka tidak boleh digunakan untuk menyerang Iran.

Bagi negara-negara ini, risikonya terlalu besar. Iran memiliki kemampuan rudal balistik dan drone jarak menengah yang dapat menjangkau pangkalan militer, fasilitas energi, hingga infrastruktur vital di kawasan Teluk.

Pemerintah Yordania menegaskan bahwa keberadaan pasukan Amerika di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti hanya berjalan sesuai perjanjian pertahanan.

Meski citra satelit menunjukkan penumpukan jet tempur dan pesawat perang elektronik AS, Amman menarik garis merah yang jelas.

"Yordania menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan berfungsi sebagai landasan peluncuran untuk serangan terhadap Iran," kata sumber pemerintah kepada Newsweek.

Sikap serupa muncul dari Arab Saudi. Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, dalam percakapan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menegaskan Riyadh "tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah udaranya atau wilayahnya dalam tindakan militer apa pun terhadap Republik Islam Iran."

Pernyataan ini penting. Sebab Arab Saudi adalah salah satu mitra strategis utama Washington di kawasan.

Namun Riyadh menyadari bahwa jika wilayahnya dipakai untuk menyerang Iran, maka fasilitas minyak, pelabuhan, dan kota-kota strategis bisa menjadi sasaran balasan.

UEA juga menyampaikan posisi tegas.

Kementerian Luar Negeri UEA "menegaskan kembali komitmen Uni Emirat Arab untuk tidak mengizinkan wilayah udaranya, wilayahnya, atau perairannya digunakan dalam tindakan militer yang bermusuhan terhadap Iran."